Postingan

NUNUK FAUZIYAH : Melawan Ketidak Adilan Melalui LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe - Tuban

Gambar
  Perjuangan perempuan hebat asal Lamongan, Jawa Timur ini sungguh luar biasa. Ia mendirikan LSM Koalisi Perempuan Ronggolawe untuk melindungi perempuan dan anak di Tuban, Jawa Timur. Namun, jalan yang ia tempuh amat tak mudah. Ancaman demi ancaman kekerasan yang nyaris merenggut jiwanya pernah dia alami. Kendati demikian, semangatnya tidak surut. Karena baginya, amat tidak tega meninggalkan dunia aktivis ketika melihat ketidakadilan di depan mata. Nunuk mendirikan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) pada 14 Februari 2004. Tapi ide pendiriannya sebetulnya sudah ada sejak tahun 2002. Ia mendirikan LSM itu bersama beberapa teman sepergerakan, seperti Emy Nur Hidayati, Bulqoisus, Ira Lidyaningsih, Sulamul Hadi serta Muhaerly. Saat itu mereka menganggap amat perlu mendirikan lembaga ini karena semua isu atau masalah perempan tidak bisa terakomodir dengan baik dan mandek begitu saja. Misalnya, tidak adanya perwakilan perempuan di tempat-tempat pengambil kebijakan, mulai dari pemerintah...

Geliat 'Kartini' asal Tuban Bebaskan 2.000 Ibu dari Buta Huruf

Gambar
                                                                 TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Ada 20 ibu di Dusun Santren, Desa Banjarwoto, Kecamatan Bangilan, Tuban, yang serius belajar mengeja kata-kata, Senin (20/4/2015). Bunyi kata yang keluar dari bibir para wanita lanjut usia itu terdengar patah-patah. Sang guru, perempuan muda itu tersenyum. Ia paham betul, lidah para siswa sudah agak kaku. Ibu guru berbaju putih itu beberapa kali mengulangi, hingga suara ejaan para siswa terdengar fasih. Nunuk Fauziyah, nama guru muda itu. “Saya merasa terpanggil untuk berproses dengan ibu-ibu dan masyarakat,” ujarnya usai mengajar. Ibu-ibu di Dusun Santren, sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Tuban, itu hanya sebagian kecil dari lansia yang dilayani Nunuk Fauziyah dan para relawan lainn...

Dirikan Koalisi Perempuan Ronggolawe, Nunuk Kawal Perlindungan Perempuan

Gambar
  SURYA.co.id | TUBAN - Selepas lulus kuliah S1, Nunuk Fauziah mendirikan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR). Di luar urusan mengajar baca tulis, ia bersama teman-temannya mendorong 30 persen keterwakilan perempuan duduk di kursi DPRD sesuai UU 30/2004.  “Kami sempat mendorong perempuan supaya nyaleg, tujuannya supaya ketika jadi anggota DPRD bisa memperjuangkan nasib perempuan,” ungkapnya. Ia juga mengawal terbentuknya perda perlindungan terhadap perempuan dan anak. Katanya, semakin ada aksi, semakin tahu kebutuhan perempuan dan anak. Puncaknya, dua tahun setelah mendirikan KPR, diketahui banyak kasus pemerkosaan dan kekerasaan, korbannya adalah kaum perempuan dan anak-anak. Anehnya, pihak pemerintah waktu itu menganggap persoalan yang dialami kaum perempuan sebagai persoalan pribadi.  Karena pihak pemerintah terkesan meremehkan kasus-kasus itu, Nunuk menggandeng LSM lain untuk menyuarakan pembuatan perda. “Persoalan itu persoalan negara. Kami kirim surat k...

5 Bulan, 27 Kasus Asusila di Tuban Korbannya Anak-anak

  Tuban - Selama 5 bulan sejak Januari hingga akhir Mei 2009, 27 kasus perbuatan amoral terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Dari jumlah kasus perbuatan asusila tersebut, 70 persen korban diantaranya anak-anak. "Ini kondisi yang memprihatinkan, anak-anak di bawah umur ternyata masih menjadi korban perbuatan kriminal amoral," kata Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fauziyah di Sekretariat KPR Tuban di Jalan Panglima Sudirman, Sukolilo-Tuban, Rabu (10/6/2009). Catatan KPR Tuban, dari 27 kasus tersebut sebanyak 22 kasus berupa pemerkosaan maupun pencabulan. Celakanya korbannya adalah anak-anak.   "Anak-anak memang sangat riskan menjadi korban perbuatan asusila maupun amoral. Mereka lebih mudah diserang," tambah Nunuk Fauziyah. Menurutnya, pada tahun 2008 ada sekitar 93 kasus, 36 diantaranya adalah menimpa anak-anak. Untuk tahun 2007 ditemukan 92 kasus, sebanyak 30 diantaranya berupa pencabulan dan pemerkosaan dengan korban perempuan dengan ...